Saturday, February 24, 2018

Significant changes in life, no?

Akhirnya punya sebuah bahasan buat ditulis, walaupun selalu personal things, gak pernah sesuatu yang bermanfaat untuk belahan dunia manapun. Ini sebenernya sebuah renungan ketika gue di kamar doang, gak ke mana-mana, gak ada janjian main dengan siapapun, murni pengen sendiri dan mengurangi intensitas ngobrol sama orang, karena akhir-akhir ini gue lagi nyaman sendiri, entah kenapa.

Ini belum bulet sebulan semester 4, tapi gue udah lumayan mengalami turun-naik. Mulai dari mood, sampe kesibukan. Setelah tadinya berkutat di 2 organisasi yang satunya merupakan kecintaan gue, yang satunya lagi, ya lumayan lah, tapi nggak bisa dibilang kecintaan juga, sih, akhirnya, dengan segala pikir matang, segala malem yang gue habisin buat galauin hal ini (gak bitter lah ya), akhirnya, gue memutuskan untuk melepaskan diri dari jeratan salah satunya. Sebenernya ada cerita panjang tentang kenapa akhirnya gue rela melepaskan diri dari sana, perihal dua atau lebih hal, tapi gue gak menyesal, semoga.

Sebenernya awalnya gue mikirin koneksi gue ke depannya gimana, tapi I'm still having a very nice relationship between me and them, jadi gue gak ambil pusing. Sebenernya gue sempet gak kepikiran untuk yang namanya leyeh-leyeh di semester ini, tapi gue sendiri juga nggak menyanggupi ngejalanin apa yang sebenernya bukan menjadi prioritas awal gue. Ketika gue ngerasa, "Kok gue lowong banget sekarang, kemaren ikut 2 organisasi, sekarang cuma 1, nggak berasa apa-apanya" di saat itu pula gue lupa kalo gue punya kewajiban untuk kuliah. Gue lupa sama tugas. Lalu langsung nyebut-nyebut minta maaf, lupa kalo belom ketemu masa-masa UTS & UAS aja, jadi berani ngomong begitu.

Perubahan signifikan yang gue rasain di semester ini lebih kepada hubungan gue dan keluarga gue. Dulu, semester 1-3, gue jarang banget yang namanya telfonan sama Ibu & Bapak gue. Bisa dihitung pake jari, sih. Kalo menjadi sadar kalo keluarga adalah fondasi dari segalanya dan keinginan untuk tinggal bersama dengan mereka dan semakin nggak rela buat tinggal jauh-jauh dan mulai kepikiran gimana caranya bales budi secepat mungkin (kebanyakan dan) merupakan salah satu bentuk pendewasaan, then call me a young adult. Mungkin karena gue juga yang kemaren sempet sakit pas di rumah dan pas balik ke Malang, mungkin orang tua gue juga ngerti kali ya, gue emang gak bisa ngerawat diri (atau lebih bagusnya, gue gak bisa tinggal jauh-jauh dari orang tua).

Mulai hari ini juga, gue mulai berjanji sama diri sendiri, supaya gak bergelut di diri gue yang bitter kayak saban hari. Gue semacam mau buka lembaran (ok, geli) baru terhadap diri sendiri walaupun ini udah di penghujung Februari tapi gak ada kata telat, apalagi buat sebuah perubahan baik, iya kan? Toh lagian, ini buat kebaikan diri sendiri. Kalo kata quotes, you don't have to wait for Monday to restart. Gue juga mau berhenti untuk menjadi satire terhadap diri sendiri. 

Post ini berisikan tentang perubahan-perubahan yang gue alamin & rasain sendiri. Was 2018 created to self-reflect? Probably (for me). Oh iya, terus untuk nambahin kegemasan gue untuk menjadi yang lebih baik (uhm), gue beli L'art de la Simplicité by Dominique Loreau agar supaya gue terlihat pintar di muka umum gapapa, mau beli aja. Intinya suka karena baca sinopsisnya. Begitu. Yaudah, mau lanjutin nonton The Good Doctor dulu ya. Semoga weekend kalian menyenangkan, sama halnya dengan weekend ku yang sangat menyenangkan ini. 

😄

Wednesday, January 31, 2018

Have you ever felt so fed up with particular things in your life and you have no energy left to work those things out and you just leave things as they are? If you have, thank God, I am not alone.

The main point of why I pour this thing out of my mind is simply because I just can't tell nobody, I mean, specific person to talk to, I just feel like letting this out of my mind non-verbally. On my own blog. Okay. Pretty weird for those whose their blogs aren't their online diary, I see.

You know, the unusual numbers of episode of series I watch recently just made me start to contemplate about my life, my current life. I see no correlation but I guess there's just a thing where series truly affects my life. At least for now.

What I'm trying to say here, if things seem not to work out the way we want it to be, or at least we have tried to make it the way we aim it to be, but the results are just zero, it's okay to feel exhausted and to leave things as they are. Perhaps, some things are meant to be what others yearn it to be, the world doesn't only revolve around ourselves.

Sunday, January 21, 2018

Married life

Last week, exactly on this day, my cousin just engaged with his girlfriend. I don't know which one is scarier, the fact that the topic of marriage and wedding in my family is getting real or the fact that I didn't die earlier. Nope, joking. I, in fact, very pleased to see one of my cousin gonna tie the knot, knowing that I probably would know how fucked up married life with a very honest opinion from someone I'm closed to. I don't refer married life as one hell phase we might be suffering for the rest of our lives, to have new generations is what we're all expecting, right? *chuckles*. There's this thing in me where I'm pretty, quiet, sort of, no, definitely afraid of getting married. Knowing gonna spend the rest of my life with someone whom I, let's say, love completely, taking care of each other' shits, having kids, educate them to be a better version of ourselves, aren't that...sorry, complicated?
Not that I don't believe in love. I do. Well, I guess I do. Being teared up in previous relationship doesn't make me a coward, I still believe in love and kindness, even though I'm turning to be a total jerk now, probably.
It's still a long pathway to marriage, at least for me. Not that I would deny to get married in my young age, but I prefer finishing my degree first before diving into eternal love life I gotta face. I still feel like I haven't watched much movies, read thousand books, listen to million songs. I'm just gonna take things easy and not rushing things out for the rest of my days.

Sunday, December 03, 2017

December oh December

Hari ini tanggal 3.
My favorite number of all time.
With a really weird, funny reason behind that.


--


Sebenernya gue mau memberikan a little appreciation--more like reward to myself, setelah melewati 11 bulan belakangan kemarin. Terutama dari bulan Agustus sampe November. All I could do was just thinking, analyzing, guessing, being traumatized, highly getting rid of people I don't like, focusing a lot on myself, begitulah.

"Heartbreak changes people"

And I know, at some aspects in my life, I have changed. A bit. Or even the whole me.


Tapi ya, lama-lama, gue nggak mau hidup dalam kesedihan gue, sih. Not even in everyone's grievance. Nggak ada yang mau. That's why I stopped thinking for what happened back then, not looking for closure. And when I stopped looking for closure, the answer just emerged by itself. Terus sekarang gue ketawa-tawa aja. :))


Semoga bulan Desember membawa banyak hal yang bisa bikin gue lebih maju dan coba cepetan akhir Desember ya, tolong, aku pengen pulang ke rumah. :(

Monday, October 30, 2017

Oh, adulthood

I can't say no to this:
Entah ini stabilitas emosi gue yang lagi keganggu karena perihal bulanan perempuan, atau emang sebenernya mungkin mental gue yang sekarang lagi nggak sehat, tapi akhir-akhir ini gue ngerasa banget akan dinamika emosi gue yang semakin aneh. I mean aneh, karena previously, gue ngerasa gue sehat secara mental, stabil, mateng, bahagia. But then, I cracked up yesterday. Perihal suatu hal yang gue pikir, it shall not bother me anymore. Bicara hal ini jauh dari perihal agama, I mean, gue di satu sisi nggak getol-getol amat berdoa untuk minta diteguhkan di atas suatu kebenaran, karena menurut gue, I can handle it by myself. Tapi at some point, gue kecewa lagi dan lagi. Mungkin di situ juga gue diingetin kalo gue nggak ada kekuatannya dibanding Sang Pencipta. Tell me I'm right, right?

Setelah curhat ke beberapa orang (I can barely handle myself to keep it only to myself), I got one certain answer that I finally could keep in mind, which is, stop questioning. Iya, stop questioning hal-hal yang emang nanti bakal mengganggu kebahagiaan hidup gue, ketenangan hidup gue, hal seperti itulah. Bahasa sekarangnya, "gak usah kepo". That's it. I know from the very start kalo gue gak perlu tau lebih lanjut lagi. Kasarnya, berlakulah secuek yang gue bisa. Secuek gue biasa. Or at least, if I couldn't make it, fake it til I make it. Itu prinsip gue pribadi.

Menimbang-nimbang hal yang udah gue lewatin, siang dan malam yang gue abisin buat nangisin hal kayak gini, sakit hati karena ternyata realitanya nggak sesuai sama angan-angan gue, bikin gue banyak merefleksi apa yang sebaiknya gue lakuin ke depannya. Banyak juga yang sebenernya gue lakuin di saat gue jatoh kayak gini. This is my very first time being like this. If being an adult means going through this phase, then I'm ready to embrace my hopefully bright future ahead.

Salam

Thursday, July 27, 2017

Jadi OC ETF AIESEC

Setelah sekian lama nggak nulis karena perihal males (karena gue gak pernah ngerasa sibuk, sesibuk-sibuknya gue masih bisa gegoleran), akhirnya nulis lagi. Kali ini, sebenernya gue pengen banget cerita banyak hal yang udah gue lewatin selama libur kuliah ini. Libur kuliah gue dibilang produktif ya produktif, sih, karena ternyata, project AIESEC yang lagi gue pegang ini super seru. There'll always be chaotic conditions where we can't handle the pressure, tapi baru 1/8 perjalanan aja, gue udah seneng banget.
Ekspektasi gue banyak. Ketemu temen baru, punya pengalaman organisasi, ngajar, self development skill, dan lain-lainnya. Gue belom ngerasain banget sih ada perbedaan dalam diri gue dari gue ikut project ini. Harapan gue nggak muluk-muluk sebenernya, buat menjadi pribadi yang lebih baik dan ngasih impact positif ke orang sekitar, dan orang senang akan apa yang gue kasih, dan juga berguna buat mereka, jadi pahalanya ngalir terus. :)
Gue belajar banyak hal. Cuma itu nggak membuat gue cukup cerdas untuk menyadarkan gue dengan situasi dan kondisi yang gue hadapin sekarang. Pokoknya, whatever riddles I'm facing, I'm gonna keep it to myself and challenge myself to do more. Harusnya gue udah nargetin dari awal ya sebenernya di tahun ini gue mau achieve apa, dan alhamdulillah ada yang udah gue bisa capai, alhamdulillah nya lagi gue bisa nambahin keinginan-keinginan gue di hampir penghujung tahun. Nggak apa-apa, nggak ada kata telat buat belajar, bener kan?
Terus gue beruntung banget punya orang tua yang suportif. Gue (dan teman-teman gue, biar gak terkesan egois) rela-relain motong liburan kuliah 3 bulan buat ngerjain project ini, dan hasilnya? Gue super suka. Menurut gue, mungkin mereka berpikirnya selama itu positif dan tidak "membabukan" gue, then they're fine. And truth be told, AIESEC sama BEM/HMJ itu beda banget dan gue pada akhirnya jatuh cinta sama AIESEC. Maha besar Allah yang membolak-balikan hati.
Sebenernya tanpa harus exchange ke luar negeri mahal-mahal (uang gue BELUM banyak) (omongan adalah doa) (jangan bilang "uang gue gak banyak"), jadi OC project juga udah lumayan banget kok. Tapi gue personally jadi pengen sih nyoba exchange, tapi apadaya kalo nanti malah nggak lanjut kuliah, hadeuh, naudzubillah.
Intinya, gue super sangat bersyukur sama kegiatan yang sekarang gue jalanin. Ngerasa dibebani, ya, terkadang, karena harus bangun pagi dan EP pada tepat waktu semua. Salah satu yang perlu gue ubah adalah pola tidur gue, tidur super kebo ini andalan banget sebenernya. Tapi gue selalu ngerasa ngantuk dan ngantuk, all over again.

Monday, March 27, 2017

Kuliah akhir-akhir ini

Gak mau ngeluh seberapa sibuknya timeline pra produksi film gue, karena gue sangat senang disibukan dengan hal-hal yang gue senengin. Kenal orang-orang baru, belajar banyak hal seru, and the list goes on. Alhamdulillah ada peningkatan di tahun 2017, menjadi lebih produktif. Minus nya semua pada sibuk, udah gak ada jalan-jalan seru kayak waktu semester 1 lagi. There will always come the rainbow after the rain, semoga setelah kepenatan ini semua, ada liburan dari Papa. *yehehe*

Sekarang gue lagi megang 2 acara, maksudnya, jadi staff divisi dari 2 acara yang berbeda dengan divisi yang berbeda, yang bisa dibilang sangat kebalikan. Gue juga lagi apply buat jadi OC ETF 1617, doain ya :') bikin bookletnya susah, bikin CV nya last minute banget, doain keterima ya :') aamiin.

Eh, gue baru inget HAHAHAHA kalo 2 hari yang lalu, gue baru jalan-jalan bareng incomplete formation of my production team, aka cuma berempat, tapi yang foto cuma bertiga, gue, Mayunda, dan Sony. Kita pergi ke Jatim Park 1, lumayan lah ya. Abis itu ke pos ketan, lalu minum susu KUD, akhirnya terpenuhi keinginan gue buat ke pos ketan.





Gak banyak foto-foto sedihnya. Sebenernya gue pengen bangetnya ke Jatim Park 2, tapi mahal kalo weekend, sedih. Gapapa, yang penting jalan-jalan. Gue berasa mahasiswa banyak uang, deh, jalan-jalannya ke Jatim Park HAHAHA, padahal I'm broke.

Malang akhir-akhir ini hujan terus, dingin, gue sebelum mandi, kedinginan, setelah mandi kedinginan, norak anaknya, gimana di Eropa (ya Allah, mau beneran dong ke Eropa, aamiin). 

Udah ah, mau nonton film lalu beresin kamar lalu mandi. Laluuuuuuuuuu nanti sore nonton Beauty and The Beast, hamdalah.