Sunday, August 21, 2016

3K, Ketiduran, Kuliah, Kenalan


Hai. Karena tadi gue ketiduran pas lagi nonton Dead Poets Society, jadi sampe sekarang belum tidur. Sebenernya filmnya seru, dan pangsa pasarnya buat literature lovers. Call me late, I really am. Gue nonton itu karena liat di Pinterest, terus ngide aja nonton itu, berhubung bosen. Pas kebangun, gue masak nasi goreng keju. Percayalah, hari ini adalah my bad cooking day. Tadi bake cookies, failed. Terus masak nasi goreng keju (pake keju kraft yang slice, dikirain pas dimasak bakal lumer, taunya, what an achievement). Call me stupid, I am huhu. Tau lah, gue kalo masak sesuatu yang diniatinnya nggak all of a sudden gitu berjalan baik (iyalah). Mungkin lebih ke teknik (sok) (lebih ke pengira-ngiraan) cara masak & pengakalan resep ajasih yang ke-prepare. We'll see. Tapi kalo untuk baking, kayaknya gue bakal off sampe bulan Februari nanti? Since, ya kali di kos-kosan bawa oven? Gue nggak se-extreme itu? Bawa setrika aja males? Lah melenceng.

Ehehehe sebentar lagi I'll move outta this town. This friggin town. Gue nggak menganggap semua yang reachable dengan pesawat dan bisa ditempuh kurang dari 2 jam itu jauh, loh. Maksudnya untuk destinasi tertentu yang bisa ditempuh kurang dari 2 jam, berarti itungannya masih deket ya menurut gue. I may be outta my comfort zone, kayaknya sih. Pasti sih. Striving alone, doing everything alone, ya intinya, gak ada yang bisa diandelin. Sebenernya gue pun sekarang jarang curhat sama orang tua sendiri sih, more like, nggak pernah, kecuali school stuffs. Kalo personal stuffs, better keep it for myself karena gue sendiri malu kalo nyeritain. Malah kayaknya I share my personal stuffs to Nadhira, deh (if you're close to me, you mustn't be confused with the name). Kalo menurut temen-temen gue yang udah ngekos duluan, menurut mereka itu seru, menyenangkan, nggak ada yang membatasi lo untuk melakukan sesuatu, mau tidur seharian juga kayaknya not a big deal? Cuma kalo udah beku, basi, gak punya stock film di laptop, atau bosen lah di kamar mulu, nggak punya keberanian buat keluar kos-kosan karena nggak tau angkot apa dan mau ke mana, gue juga gak tau mau ngapain. Nangis kali, kangen rumah. Kalo di rumah kan bisa streaming film sepuasnya, internetan tanpa batas, loh kok kayak iklan. Sumpah ini melenceng dari tujuan awal gue nulis.

Gue nulis karena mau cerita, gue abis belajar "how to approach strangers, how to look approachable, etc" stuffs, karena jujur, gue sangat--sangat bad of making "big talks". Jadi tadi gue nonton 1 video dari TED yang berdurasi 15 menitan lebih, tentang how to talk to strangers. Jujur, gue pun sebenernya ngerasa risih sama term "SKSD". Everything starts from SKSD, isn't it? Ketika ada orang baru yang mau mengenal diri kita lebih jauh dan sempet terlontarkan pertanyaan yang sebenernya personal atau he/she acts like they've known us for such long time, pasti terbersit, "sksd banget sih". Gue risih. Gue risih sama kalimat itu. Karena small talks will only end in "Gapapa" setelah terlontar pertanyaan "What's going on?". Selesai. Tujuan ngajak orang kenalan adalah ya, simply, I wanna expand networks, befriending with new people, dan belajar. Iya, belajar. Belajar bukan simply going to uni, kenalan sama temen baru juga bisa dijadiin pembelajaran, pembelajaran buat lebih hati-hati, pembelajaran untuk tetap in faith tapi tetep open minded, ya kira-kira begitu. Menurut video yang tadi gue tonton, be positive. Gue udah ngantuk. Maaf kalo gantung. Soalnya kalo ngantuk ngomongnya pasti gak nyambung. BYE


P.S. nggak ada relevansi antara foto yang tertera dengan isi post. Kenapa? Soalnya gue abis nonton Me Before You jadi norak dikit gapapa

Sunday, July 31, 2016

Malang, Lagi

Sebenernya kenapa gue sering banget ngepost akhir-akhir ini karena emang lagi punya topik dan punya urge buat nulis, beruntunglah wahai blogspot tersayang (bukan reader, karena nggak ada yang baca). Besok adalah jadwal gue ke Malang, kembali lagi ke Kota Apel for kos-kosan sake. Sumpah sampe sekarang gue belom dapet kos-kosan. Panik? Biasa aja, soalnya gue cuma terima jadi sih, Ibu gue yang mencari-cari dab menghubungi, kasian :(. Gue cuma penghubung info dari orang ke mama, gitu aja terus. Karena gue udah tau bakal sebosen apa besok, jadi dari malem ini gue udah nyiapin playlists loooool, yang satu traveling playlist (sok-sok traveling), satu lagi sad playlist.......haha. Entah kenapa gue download itu soalnya emang enak-enak. Rata-rata lagu tahun 2014 ke belakang sih, apa emang tahun jebot ya, terus I found them amusing (maklum, karena selera lagu gue ngebosenin, terus sukanya slow music gitu, makanya gue download sad playlistnya hm). Playlistnya sih nyari di Pinterest, Pinterest is life-saver, intinya kalo kepepet mau nyari ide, males nyari referensi dari google, Pinterest is the answer to your laziness. Kalo masih males juga? Yaudah gak usah ngapa-ngapain, mending tidur aja. Terus selain dari Pinterest, gue juga nyiapin 2 album Adhitia Sofyan, because no matter how many times I rewind, I've never got sick of it. Saking indahnya kali ya. Jadi nyesel dulu nggak dateng ke pensi sekolah temen gue pas dia jadi guest star nya, I'm one fool little monkey.

Kalo ditanya semangat kuliah apa nggak, the answer is obviously ye-ay! Kenapa? Karena gue gak sabar merasakan belajar yang memang disukain, ikut organisasi terus jadi representasi organisasi kampus di tingkat nasional (or even more, aamiin dong?), ikut lomba menulis (tolong, doakan, doakan tulisan gue makin baik dan bermutu), dan banyak lagi. Semoga gue gak cuma menggebu-gebu di awal doang.

Lagi dan lagi, gue kalo nulis emang nggak pernah berkorelasi sama judul, gue punya rekomendasi K-drama baru buat kalian yang non K-stuffs lovers (karena pasti yang ngefans udah padah tau, elah), judulnya W. Iya, W. W as in "gue". Bohong, W as in "double u". Tapi gue bacanya W as in "we" in bahasa Indonesia sih, hehe. Seru banget coy, ini cowoknya adalah tokoh di komik bikinan bapaknya pemeran utama perempuan. Kalo gue ceritain nanti takut jadi spoiler, cuma itu aja deh, slight description of W is all about. Emang friggin mindblowing, bukan film bikin mikir, tapi bikin menganga mulu like "how could this thing even happen?" "is it even real?" gitu gitu lah. Gue entah kenapa bakal abisin drama ini kayak gue ngabisin She Was Pretty. Tapi plot keduanya beda banget but that's alright.


Sini mas disuapin.

Ciuman mulu serius.
Kayaknya bibirnya Lee Jong Suk empuk deh.

Ya cinta beda dunia gimana kita mau bersatu dah,
yang sedunia aja kadang susah diraih adoo.

Saturday, July 30, 2016

Anxiety? Insecurity?

The quirkiest post I've ever written & posted, if you find it weird--please, I got it, but I beg you to understand my so called fear, not really, more like insecurity.

So I found myself got lost in a world called insecurity. Since when did this thing control me, I couldn't find the answer. All I know that I'm afraid of not being enough, let's say, smart enough, pretty enough, attractive enough, and else. I do afraid of what people would say about me, which I really find it annoying too, meanwhile in this universe, we live the way we want to, without hesitating of what others would say, but I, I give a shit about what others say about me. "Oh this girl's sooo overconfident, she be like uploading selfies 24/7 but look, she got flat nose, slanted eyes, clearly not smooth face and *mention any imperfection here*. Call me an over-thinker, excessive kind of person, label me with those, because I am. I never really felt the impact of world's beauty standard until late these days. I know nobody's perfect, I know beauty is only perspective, hella perspective, but is it even wrong for me to wanna be impressed as "good looking" to people? Or, don't you guys wanna?

I have this strange feeling whenever I posted a picture of me, let's say, selfie. I am not fond of taking selfies, I don't, well, I used to back then in junior highschool, but for now, what for? Who to impress? Selfie is deceiving for me, I don't want people to be deceived of my looks through the selfies I took. Even though selfies aren't always looking good, but we're looking for the best angles of us, you can't disagree with me this time. If you say I'm not conforming myself to look good, the heck what you say. I may not went to skin clinic center once a month, nor hair salon to make my hair look good (oh what for though, it's covered by hijab, thankfully), but I did a little touch of makeup, and whenever I'm fully polished, do you think I'm confident and ready enough to conquer the day in front of me? Simply, no. I never put on too much makeup, since my makeup kits only consist of sunscreen, compact powder, and lip stuffs (I do have BB Cream but I think it's quite heavy to be used for daily makeup). And, do you know what people would say whenever us, women, put on too much makeup on daily basis? They got judged. How about those who goes naturally? They got judged also. 

I really--really beg you to stop judging people (especially women) by their faces, by their physical looks, not to be hypocrite, yes, I do judge people by their looks first, we all do, but do you know what have they done until they got their current physical looks? Do you know what kind of pressures have they gone through until they're confident enough to go out? No one's ugly, everyone's pretty for themselves and for those who think they are. :)


Monday, July 25, 2016

Life As A Singer, no?

Kayaknya sekarang gue punya gambaran kalo jadi penyanyi gak cuma sekedar nyanyi, menghibur orang, dapet uang. Apalagi kalo mereka ada gigs di luar negeri/kota yang kalo tempatnya bagus, sekalian bonus liburan. Enak ya, nyanyi (even though it's not easy), jalan-jalan, kerja sambil liburan, I guess? Jadi sore ini gue baru nyampe Jakarta dari Surabaya. Surabaya panas? Hell yes. Tapi gue kedinginan mulu di sana. Mulai dari di pesawatnya, di taxi menuju hotel, di hotel, di mallnya (berhubung hotel gue sebelahan persis sama mall, kalo orang Surabaya asli, kayaknya tau gue nginep di mana), di mobil temen gue, di mana-mana gue kedinginan. Ini gue yang norak apa gimana, tapi pas gue di Malang yang logikanya udaranya lebih adem, gue gak sekedinginan itu pas di sana. Sebenernya ujian mandiri kali ini banyak banget bonusnya, mulai dari gue malah jalan-jalan ke kampus orang, ngemall 2 hari berturut-turut, bisa bubble bath di hotel HEHE sooo happy, tapi gak bisa berenang sih, sedih. Gue mau cerita pengalaman selama di Surabaya aja ya, karena pas di Malang, gue gak ke mana-mana, nanti pas kuliah gue ceritain kok gue ke mana #KitaSatuBrawijaya, #PUSAKA54. Eaaaaaaaa sekarang udah bisa pamer.

Jadi pas di Surabaya, hari pertama dateng, gue langsung straight to the hotel, sungguhlah, macet juga, apa bedanya sama Jakarta? Kendarannya gak sebanyak di sini sih, tapi tetep aja. Terus check in, lalu sore-sore keluar nyari makan. Akhirnya kita makan di rumah makan Soto Kediri gak jauh dari hotel, so far so good, dan mulai dari situ, gue pengen makan soto terus. Terus abis dari Soto Kediri, pergi ke mall yang menurut gue perpaduan antara Kota Kasablanka sama MKG. Ibu gue nyari sepatu karena sepatu yang dia pake bikin kakinya sakit. Udah tau sakit, malah dipake, kan heran?!

Hari kedua itu hari gue tes UNAIR. Ini entah karena gue tidurnya kemaleman atau soal nya bikin ngantuk, gue ngantuk banget pas ngerjain. Kayaknya faktor yang pertama sih. Truth be told, gue ngerjainnya gak serius, dosa ya. Dan di situ akhirnya gue merasakan teriknya matahari Surabaya. Rasanya kayak ada di Merkurius deh waktu itu, lebay HAHA maaf. Setelah tes, gue ketemuan sama calon-calon dokterku (Almira & Dita) weehee dan dijemput supir travel Surabaya (Aldio) buat nyari makan siang. Kita makan di Ayam Primarasa dan setelah makan kita ke kampusnya supir, ITS! Kereeeeeeeeeeen banget sih kampusnya, adem, menahan matahari masuk ke daerah kampus dengan pohon super banyak. Namanya juga Ecocampus. Kalo gue bisa Fisika & Matematika, gue bela-belain deh kuliah di sana. Terus kita ke gedung teknik sipilnya dan dalemnya ada simulasi rel kereta api, dan gue, Almira sama Dita terkesima. Terus kita keliling ITS, datengin dari fakultas satu ke fakultas lainnya. Di fakultas perkapalannya bagus, ada miniatur mesin kapal gitu ya norak ya maaf, overall kampusnya bagus dan adem. Terus gue digigit nyamuk, ini serius penting karena sekarang badan gue rada anget dan sempoyongan, takut DBD. Pulang dari ITS kita ke warkop, yang ini gak penting sih, duduk-duduk doang. Abis itu gue, Almira dan Dita pulang. Mereka mau ke Tunjungan Plaza, gue balik ke hotel, supir travel jemput sodaranya ke bandara. Pas gue nyampe hotel, ibu gue ngajak ke mall (lagi) karena dia kelaperan. Gue nya udah kenyang. Jadilah akhirnya keliling mall lagi. Kalo ada orang yang bilang kakinya rasanya mau copot, sungguh, itu bukan lebay atau gimana, emang pegel banget cuy. Mohon mengerti.

Besoknya, which means hari ini, gak ke mana-mana karena flightnya jam 11:50, terus keluar hotel jam setengah 9an, dan kalian harus tau, jadi sebenernya pesawatnya pada delay. Tapi delaynya bukan di waiting room, di dalem pesawat, di runaway, karena rame banget di Juandanya, jadi take off nya gantian dan itu lucu banget sih, pesawat berjejer dari depan ke belakang. Lagi-lagi gue kedinginan di pesawat, norak kan. Udah deh, perjalanannya kira-kira seperti itu. Mungkin ada yang kurang tapi gak tau apa karena gue lagi pusing sekarang.