Friday, January 13, 2017

A Brief Throwback To 2016

Simply, I don't remember small parts that ever happened in 2016. All I could possibly remember is how I finally started my new life as a freshman and how hard I struggled for it. 







2016 taught me to be resilient, tough and sorta things. I graduated from highschool without attending the graduation party due to family vacation. The year that brought me to meet new people, though some of them are outta expectations but I'm glad that I found those who helped me along the way till the end of 2016. Two-oh-sixteen taught me that nobody stays. No one will ever.







Thank you, 2016.

Thursday, October 13, 2016

Gue takut.

Gue takut masuk ke dunia orang yang baru gue kenal, berjalan ke dalamnya, mengusik masa lalunya.

Gue takut menjadi ekspektasi belaka dia, tapi realitanya nggak begitu. 

Gue takut ketika orang menaruh harapan pada gue, lebih daripada apa yang gue kira.

Intinya, semakin gue tua, gue semakin sadar bahwa membuka diri terhadap orang baru nggak semudah yang lalu-lalu, dan gak semudah itu membangun jembatan kepercayaan kepada orang baru. Menaruh harapan, menaruh semacam rahasia, bukan sebatas cerita dan luapkan semua, tapi cerita, ingat, dan jaga baik-baik, ya. 

Saturday, September 24, 2016

Testimoni sebagai mahasiswa

Halo!!!!!!!!!!!!!! Halo!!!!!!!!!!!!!!!! Dari Malang!!!!!!!!!!!!! 

Hari ini adalah................. hari di mana gue tepat 1 bulan tinggal di Malang *throws confetti everywhere, honks*. Gue udah punya temen kampus!!!!!!!!!!!! Harus disebutin sih soalnya nyarinya susah. Di hari ini pula, uang bulanan gue buat seminggu ke depan gak nyampe 100 ribu. 50 ribu aja gak nyampe. Hehehehehehehehehehehehehe holy shot. Setelah 2 blogposts tentang betapa merananya hidup di sini, I started to get cozy here. Belum ada perubahan signifikan physically dari gue (doain gue kurusan, please), cuma kalo secara pemikiran, udah ada kok. Kalo secara kerajinan dalam belajar, sekarang gue kalo ngerjain tugas gak pernah mepet deadline. Lain halnya kerajinan dalam membersihkan kamar. Kamar gue udah kayak TPS. Isinya tas, baju kotor berserakan. Pokoknya, definisi jorok itu cocok deh buat gue. 
Menjadi mahasiswa itu anugerah. Asik. Serius. Gue ngerasain banget sih peralihan dari masa SMA ke kuliah itu saaaaangat berbeda. Mahasiswa dituntut berpikir kritis, eksis bukan goal kehidupan lagi, tapi jadi manusia yang bermanfaat dan punya karya yang nantinya berguna di masyarakat, bukan cuma jadi perintilan yang sekali tiup langsung shoo shoo, washed away. Mulai dari pemikiran paling sempit, definisi cantik. Halah, sekarang gue ngeliat orang baday rasanya gak ada apa-apanya. Kalo jaman SMA, masa-masa ospek itu momen di mana ngincer junior cantik dan senior ganteng, di kuliah, senior gantengnya dikit. AHAHAHAHAHAHAH boong, eh serius. Eh nggak gitu, sekarang kayaknya lomba-lomba nyari gebetannya udah berkurang. Pokoknya belajar memahami bahwa cantik bukan hanya sekedar tampilan wajah indah & bodi mulus, tapi jauh lebih dari itu. Kedua, menjadi mahasiswa dituntut untuk nggak serba disuapin dan nggak serba ditemenin. Nggak punya temen ke kantin? Ke kantin aja sendiri. Nggak punya temen sholat? Sholat aja sendiri. Nggak punya *insert any verbs here* sendiri? Semuanya serba sendiri & nggak serba disuapin. Bukan lagi masanya juga buat nyari ketenaran. Karena sungguh, populasi 1 jurusan aja banyak banget, ditambah 1 fakultas, belom 1 universitas. Begitulah. Menjadi mahasiswa dituntut untuk peduli terhadap orang miskin, menyuarakan suaramu untuk orang miskin, bukan jadi penjilat uang rakyat.
Iya, kuliah gak seindah di FTV. Kuliah gak segampang di film-film. Kuliah gak selowong itu buat mikirin pacaran & ngajak makan & bayarin makan pacar, buat sendiri aja susah *mohon jangan dikatain lebay*. Kalo kuliah dibawa santai aja, iya, bener, dibawa santai aja. Kalo dapet tugas, langsung kerjain saat itu juga, karena gue pengalaman ngebiarin tugas kelamaan sampe pusiang, itu pas SMA. Tugas maba sih masih gampang, gak boleh copy paste sih, tapi mengutip boleh, tapi pake copyright. Banyak tapinya ya. Intinya ya dibawa seru aja, gue juga mulai mengikuti banyak kepanitiaan dan organisasi, since gue lagi aktif-aktifnya dan ingin menjadi produktif dan serta menjadi pribadi yang berkualitas. 
Oh iya, selamat Hari Tani Nasional. Semoga petani-petani di Indonesia difasilitasi tanah sendiri oleh pemerintah dan untuk mahasiswa pertanian, teknik pertanian, apapun affiliated with pertanian, majukan pertanian Indonesia. Sadarlah bahwa kalian mahasiswa dituntut untuk pro rakyat, bukan pro terhadap perusahaan asing yang mengelola tanah-tanah petani tanpa memikirkan kesejahteraan petani itu sendiri. Mari kembalikan swasembada beras Indonesia. :) 

POST INI TERLIHAT PENCITRAAN TAPI SEBENERNYA NGGAK. kayaknya.

Monday, September 12, 2016

Serba Sendiri

Gue tau judulnya sangatlah terlihat miserable. Gue mau cerita gimana rasanya jadi anak rantau. Kalo kata orang, Jakarta-Malang itu jauh. Emang iya deng, it takes 15 hours by train to go here from Jakarta, vice versa. Sebenernya waktu gue masih sangat lengang, tugasnya belum sebanyak itu. Mumpung hari ini libur, jadi gue sempetin nonton W, melihat beautiful Kang Chul yang semakin, omo, I can't, dan juga nulis di sini. Sesungguhnya gue pengen nulis dari kemarin-kemarin, tapi males banget buka laptop. Nulis lewat iPad gak enak, balada orang males deh.
Jadi ini adalah lebaran sendiri edisi perdana. Sendiri. Maksudnya, gak sama keluarga besar, nggak di Jakarta. Gue gak tau harus bersyukur atau sedih karena liburnya jatuh di hari Senin, which means nggak ada kelas, yang mana matkul gue hari ini cuma 1, di siang bolong pula. Tapi jadinya gue juga gak bisa pulang ke Jakarta, yang tadinya di angan-angan gue bisa pulang ke Jakarta, lebaran di sana. Makan ketupat (because my granny always make ketupat & opor on any Ied day, unlike here). Beda sih. Setelah gue rasain pertama kali rasanya nggak punya tempat untuk makan enak yang nyediain ketupat dan opor, gue jadi ngerasain apa yang sepupu gue bilang, "jadi anak kos tuh makan daging 6 bulan sekali". Truth be told, iya, senestapa itu. Makan ayam aja udah alhamdulillah.
Yang gue rasain, kalo di sekitar rumah gue, kita masih ada silaturahim gitu ke tetangga-tetangga, walaupun nggak sebanyak kayak pas Idul Fitri, tapi tetep kerasa hype lebarannya. Kalo di sini nggak kayak gitu. Hari ini aja gue pagi-pagi cuma minum susu dan makan Chitato, sedih nggak :( (minta dikasihani). Gue kira, memes tentang anak kosan itu bualan belaka, ternyata, benar adanya. Sebenernya hari ini FISIP ngadain makan gratis dan gue berencana dateng, kapan lagi coba makan daging gratis? HAHAHAHAHA